Badan Geologi

Pusat Survei Geologi

CRETACEOUS OROGENIC GRANITE BELTS, KALIMANTAN, INDONESIA



ABSTRACT

Two types of Cretaceous Orogenic Granite-Belts are able to be recognized in Kalimantan, which tend to show characteristics of Cordilleran and Caledonian Granite-Types.

The Cordilleran Granite-Type consists of huge granitoid batholiths known as the Schwaner, Ketapang and Singkawang batholiths. This granite type comprises tonalite and granodiorite, and minor granite sensu stricto, predominantly owning calc-alkaline to slightly alkaline composition. The granitioids are also metaluminous and slightly peraluminous which probably due to the assimilation of magma stopping. Genetically, the granite is an I-type which was formed during a subduction of oceanic crust material beneath a continental margin. Those plutons were emplaced during a longer period, ranging from 86 to 129 m.a or from Early to Late Cretaceous.

The Caledonian Granite-Type comprises isolated smaller plutons of Pueh Granite, Manyukung Granite, Era Granite, Topai Granite, Nyaan Granite, Alan Granite, Kelai Granite and Sangkulirang Granite. This granite type consists of granite sensu stricto and granodiorite, having calc-alkaline and alkaline and also metaluminous and peraluminous compositions. They belong to I-type and S-type granites, suggesting that in the area, different magma sources had been generated. The I-type granite was derived from partial melting of igneous rock whereas the S-type one was derived from anatexis of sedimentary rocks of continental crust. These plutons were emplaced within a relatively short time, ranging from 74.9 to 80.6 m.a or Late Cretaceous.

Keywords: Cretaceous Orogenic Belts, Cordilleran and Caledonian Granite types.

SARI

Dua tipe Jalur Granit Orogen Kapur dapat diketahui di Kalimantan, yang cenderung memperlihatkan ciri-ciri tipe Granite Kordilera dan tipe Granite Kaledonia.

Jalur Granit Kordilera terdiri dari batolit granit berukuran sangat besar yang dikenal sebagai batolit Schwaner, Ketapang dan Singjkawang. Jenis granit ini terdiri dari tonalit, granodiorit dan sedikit granit (sensu stricto), kebanyakan berkomposisi calc-alkalin sampai agak alkalin. Batuan granit tersebut umumnya juga berkomposisi metaluminus dan sedikit peraluminus yang barangkali disebabkan oleh adanya proses asimilasi “magma stopping”. Secara genesa granit ini bertipe I yang terbentuk pada saat penghunjaman suatu kerak samudera terhadap suatu tepi lempeng benua. Tubuh
pluton tersebut telah ditempatkan dalam waktu nisbi atau relatif panjang yang berkisar dari 86 sampai 129 juta atau dari Kapur Awal sampai Kapur Akhir.

Jalur Granit Kaledonia terdiri dari tubuh-tubuh pluton terisolasi berukuran kecil yaitu : Granit Pueh, Granit Manyukung, Granit Era, Granit Topai, Granit Nyaan, Granit Alan, Granit Kelai dan Granit Sangkulirang. Jenis granit ini terdiri dari granit (sensu stricto) dan granodiorit, berkomposisi calk-alkalin dan alkalin dan juga metaluminus dan peraluminus. Batuan granit tersebut merupakan granit tipe I dan tipe S yang memberikan dugaan bahwa di wilayah ini terdapat sumber magma yang berbeda. Granit tipe I berasal dari peleburan batuan beku sedangkan tipe S berasal dari peleburan batuan sediment di kerak bumi. Tubuh intrusi tersebut telah ditempatkan dalam waktu yang lebih pendek berkisar dari 74,9 sampai 80,9 juta tahun yang lalu atau Kapur Akhir.

Kata Kunci : Jalur Orogenik Kapur, Tipe Granit Kaledonian dan Kordilera.

Bagikan artikel ini

Related Artikel

Jurnal Sumber Daya Geologi

Vol. 19, No. 3, Juni 2009

1929-5819

JSDG