Badan Geologi

Pusat Survei Geologi

Geokimia Batuan Gunungapi di Pulau Timor Bagian Barat dan Impikasi Tektoniknya



Abstrak

Geologi wilayah Timor bagian barat berasal dari tiga mintakat yaitu Mintakat Benua Australia, Mintakat Busur Banda clan batuan yang terendapkan setempat. Pengambilan dan analisis conto batuan di Sungai Fatu clan Kompleks Mutis serta tambahan data sekunder dari Sungai Metan, Pulau Atauro dan batuan basil Deep Sea Drilling Project (DSDP) bertujuan untuk mengetahui batuan asal wilayah Timor berdasarkan data geokimia batuan gunungapi clan implikasi tektoniknya. Metodologi analisis geokimia yang digunakan adalah X-ray fluorescence (XRF) dan Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry (ICP-MS) untuk mengetahui unsur utama, unsur jejak clan unsur tanah langka dari batuan gunungapi. Unsur-unsur ini digunakan untuk klasifikasi batuan dan lingkungan tektoniknya.
Hasil analisis geokimia conto batuan gunungapi dari Sungai Fatu clan DSDP berasal dari Benua Australia, sementara conto batuan dari Kompleks Mutis clan Sungai Metan menunjukkan Benua Asia atau Busur Banda seperti pada Pulau Atauro. Batuan basal dari Sungai Fatu terendapkan menjemari dengan batugamping Formasi Maubise berumur Perem clan merupakan Oceanic Island Basalt. Batuan basal dari Deep Sea Drilling Project (DSDP) secara geokimia termasuk subalkalin yang berasal dari pematang tengah samudera (Normal Mid Oceanic Ridge Basalt) berumur Jura.
Kompleks Mutis pada Oligosen Miosen mengawali kolisi antara Benua Asia dengan Benua Australia. Batuan metabasal Kompleks Mutis menunjukkan komposisi kalk­alkalin yang mencirikan busur kepulauan. Conto batuan dari Sungai Metan clan Pulau Atauro terutama menunjukkan komposisinya subalkaline. Puncak kegiatan kolisi terjadi pada Akhir Miosen - Awal Pliosen clan berlanjut hingga sekarang. Busur Banda bagian dalam sebagian gunungapinya sudah tidak aktiflagi seperti yang terjadi pada Pulau Atauro.

Abstract

Geology of West Timar composed of three origin of terrains namely Australian terrain, Asiatic (Banda Arc) terrain and the rocks deposited locally. Sampling and analyses of the rocks from F atu River and Mutis Complex with addition from Me tan River, Atauro Island and Deep Sea Drilling Project (DSDP) result would be valuable for determining the origin and its tectonic implication based on geochemical analyses. Analytical method using in this research are an X-ray fluorescence (XRF) and an Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry (ICP­MS) for determining major element, trace and rare-earth that usable to define the rocks clasifications, spider diagrams and its tectonic environment.

Base on geochemical analyses of the volcanic rock of the Fatu River and DSDP Project both were derived from Australian Continent, while samples from Mutis Complex, Metan River and Atauro Island were originated from Asiatic (Banda terrain). Volcanic rocks from Fatu River were deposited interfingering with limestone of the Maubise Formation during Permian and its deposited as an Oceanic Island Basalt. The rocks from Deep Sea Drilling Project (DSDP) are geochemically subalkaline and were deposited within Mid Oceanic Ridge in the Jurassic time.
Mutis complex were commenced the collision between Asiatic Continent and Australian Continent in the Oligocene-Miocene time. Metabasite from Mutis complex peiform a kalk-alkaline composition that characterized of the Island arc. Samples from Metan River and Atauro Island show a subalkaline/tholeitic. The peak of collision was Late Miocene - Early Pliocene and continue until recent time. Some volcanic centre in the inner arc of the Banda Arc were not active similar to like Atauro Island.

Bagikan artikel ini

Related Artikel

Jurnal Geologi dan Sumber Daya Mineral

Vol. 17 No. 4, November 2016

0853 - 9634

JGSM