Badan Geologi

Pusat Survei Geologi

Geokimia Batugamping Formasi Gumai dan Formasi Baturaja di Wilayah Muaradua, Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatra Selatan



Abstrak

Formasi Gumai dan Formasi Baturaja merupakan dua dari beberapa satuan batuan yang terdiri atas batugamping di daerah Muaradua, Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatra Selatan. Komposisi geokimia merupakan sisi yang dibahas dalam penelitian ini pada kelompok batugamping dari Formasi Gumai dan Formasi Baturaja. Kadar oksida utama pada contoh diketahui menggunakan perangkat XRF, sedangkan unsur jarang dan unsur tanah jarang dengan ICP-MS. Bivariate plots, koefisien determinasi, dan pearson correlation coefficient dimanfaatkan untuk membedakan batugamping dari kedua unit batuan ini. Rataan unsur tanah jarang pada batugamping Formasi Baturaja (89,79 ppm) jauh lebih tinggi dari contoh yang sama dari Formasi Gumai (33,63 ppm). Melalui studi ini dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok batugamping memiliki proses pembentukan berbeda. Formasi Baturaja lebih banyak dipengaruhi oleh bahan klastik dengan mengacu pada komposisi A12O3, Fe2O3T, dan Er/Nd. Kondisi lingkungan lebih oksidatif pada batugamping Formasi Baturaja dikonfirmasi oleh anomali Ce. Pengaruh material terrigenous pada Formasi Baturaja dan Formasi Gumai dapat disimpulkan melalui perbandingan Y/Ho.

Abstract

The Gumai Formation and Baturaja Formation are two of several rock units containing limestone in Muaradua area, Ogan Komering Ulu, South Sumatra Porvince. Geochemical composition is the main aspect of the study about limestones from the Gumai Formation and Baturaja Formation. Major oxides of the samples were measured using XRF, whereas trace and rare earth elements by ICP-MS. Bivariate plots, coefficient of determination, and pearson correlation coefficient were used to distinguish the limestones from both geological units. Mean rare earth elements value of limestone from Baturaja Formation (89, 79 ppm) was higher than the Gumai Formation (33,63 ppm). This studi concluded that limestones from two different units related to different diagenetic process. The Baturaja Formation was contained more by terrigenous materials based on A12O3, Fe2O3T, and Er/Nd datas. The Baturaja Formation was built in more oxidative environment than the Gumai Formation confirmed by Ce anomaly. Influence of terrigenous material on both the Baturaja Formation and Gumai Formation was concluded from Y/Ho ratio.

Bagikan artikel ini

Related Artikel

Jurnal Geologi dan Sumber Daya Mineral

Vol. 17 No. 3, Agustus 2016

0853 - 9634

JGSM