Badan Geologi

Pusat Survei Geologi

Karakteristik dan Lingkungan Pengendapan Batubara Formasi Warukin di Desa Kalumpang, Binuang, Kalimantan Selatan



Abstrak

Batubara masih menjadi salah satu sumber energi utama di Indonesia, utamanya sebagai pemasok energi pembangkit listrik. Formasi Warukin menjadi salah satu formasi pembawa batubara dalam kuantitas besar di Cekungan Barito. Berdasarkan litostratigrafi dan pengeplotan nilai TPI (Total Presevation Index) dengan GI (Gelification Index) dalam diagram fasies Diessel menunjukkan bahwa lingkungan pengendapan batubara Formasi Warukin merupakan daerah delta dan dataran banjir yang masih kaya akan pasokan sedimen produk endapan crevarsse splay. Dari nilai reflektansi vitrinit menunjukkan batubara berada pada peringkat lignite (0.29) hingga high volatile bituminous C (0.49). Berdasarkan zona pembentukan hidrokarbon, peringkat batubara dengan nilai vitrinit reflektan 0.49 telah berada pada zona awal pembentukan minyak. Dengan demikian ada indikasi kematangan batuan sumber untuk hidrokarbon dari Formasi Warukin

Abstract

Coal is still the main source of energy in Indonesia, especially as a supplier of energy power plants. Warukin Formation become one of the coal bearing formations in the Barito Basin in large quantity. Base on lithostratigraphy from vertical succession and plotting TPI (Total Presevation Index) and GI (Gelification Index) values in the facies diagram Diessel, indicated that coal depositional environment at Warukin Formation on Kalumpang village is in the upper part of deltaic system and floodplain areas which still rich sediment supply products from crevarsse splay. Value the vitrinite reflectance indicates coal ranks lignite (0:29) to high volatile bituminous C (0.49). Based on the generation of hydrocarbon, coal rank with a value of vitrinite reflectance 0:49 has been at the beginning of the formation of the oil zone. There is an indication of the maturity of the source rock for hydrocarbons from the Warukin Formation.

Bagikan artikel ini

Related Artikel

Jurnal Geologi dan Sumber Daya Mineral

Vol. 17 No. 3, Agustus 2016

0853 - 9634

JGSM