Badan Geologi

Pusat Survei Geologi

Palynology of the Permian Freshwater Deposit in West Timor



Abstract

The Permian sediment is considered to be the oldest formation which occur in West Timor. It derived from Australian continent which was collided in Late Neogene with the Banda volcanic arc in the Timor Island due to northward moving of this continent. It consists of carbonate (limestone) of the Maubise Formation and elastic sediment of the Bisane Formation (equivalent to the Cribas and Atahoc Formations). This study focusses on the Bisane Formation which lithologically comprises thick calcareous sandstone (0.3 - 5 meters) with abundant marine macrofossils of Chrinoid and common mica. These facts suggest that the Bisane Formation was deposited during Permian age in the shallow marine environment. This interpretation supports the previous study to define shallow marine environment for the Permian sequence. However, this study found different lithology of the Bisane Formation in some locations which is composed of the intercalation of noncalcareous, dark gray to black shale and siltstone showing papery structure and rich of sulphur. Seven shale samples were collected randomly due to outcrop limitation. Stratigraphic range and paleoenvironment of key palynomorphs refer to some authors including Traverse (1988), Brugman et al. (1985), Feng et al. (2008), Jan (2014) and Jha et al. (2014). This paper reveals the result of palynological investigation performed on the noncalcareous black shales of the Bisane Formation. Palynological assemblage characterises Permo - Triassic age as indicated by the existence of striate-bisaccate pollen including Protohaploxypinus samoilovichii, P Juscus, P goraiensis, Striatopodocarpidites phaleratus, Pinuspollenites globosaccus and Lunatisporites pellucidus. However, the appearance of trilete-monosaccate spores of Plicatipollenites malabarensis and Cannanoropollis janakii defines that the mentioned shales have an age of Permian. The recovered pollen and spores are associated with the freshwater environment as supported by the disappearance of marine dinoflagellates and noncalcareous lithology. Considering tectonic event during Perm which is marked by rifting, it is possible that the analysed sediment is a product of early syn-rift sedimentation as proved by the occurrence of freshwater deposit (probably lacustrine deposit). If this is the case, the appearance of Permian black shale samples provides opportunity to discover new petroleum system in the Paleozoic sedimentary series of West Timor.

Abstrak

Sedimen berumur Perem merupakan endapan tertua di Timar Barat berasal dari Kontinen Australia yang bergerak ke utara menabrak busur volkanik Banda pada PliosenAwal. Endapan ini terdiri dari batugamping Formasi Maubise dan sedimen klastik Formasi Bisane yang ekuivalen dengan Formasi Cribas dan Atahoc. Studi palinologi dilakukan pada Formasi Bisane yang dicirikan oleh batupasir gampingan tebal (0, 3 - 5 meter) yang kaya kandungan Josi! makro Krinoid dan ditandai juga oleh keberadaan mika. Bukti ini menunjukan bahwa Formasi Bisane diendapkan pada umur Perem di lingkungan laut dangkal, sesuai dengan hasil penelitian terdahulu. Ternyata survei geologi yang dilakukan pada studi ini menemukan litologi berbeda di beberapa lokasi, yaitu berupa perselingan antara serpih nonkarbonatan abu-abu gelap sampai hitam dan batulanau yang memperlihatkan struktur lembaran kertas dan kaya sulfur. Maka/ah ini menampilkan hasil analisis palinologi perconto serpih hitam nonkarbonatan Formasi Bisane. Sebanyak tujuh perconto serpih dipilih secara acak karena keterbatan kondisi singkapan. Kisaran stratigrafi dan lingkungan purba palinomorJ kunci mengacu pada publikasi oleh Traverse (1988), Brugman et al. (1985), Feng et al. (2008), Jan (2014) dan Jha et al. (2014). Palinomorf yang ditemukan pada perconto ini merupakan penciri umur Perm-Trias seperti po/en striate-bisaccate Protohaploxypinus samoilovichii, P Juscus, P goraiensis, Striatopodocarpidites phaleratus, Pinuspollenites globosaccus dan Lunatisporites pellucidus. Namun demikian, kehadiran spora trilete-monosaccate Plicatipollenites malabarensis dan Cannanoropollis janakii memastikan bahwa umur perconto serpih tersebut adalah Perem. Polen dan spora yang ditemukan berasosiasi dengan lingkungan air tawar, ha! ini diperkuat oleh ketidak hadiran dinoflagelata dan batuan nonkarbonatan. Dengan pertimbangan terjadi Jase rifting pada umur Perem, maka sangat mungkin bahwa sedimen yang diteliti adalah produk dari sedimentasi syn-rift awal yang berupa endapan air tawar (mungkin endapan danau). Jika benar demikian, maka penemuan serpih hitam dalam studi ini membuka peluang untuk menemukan sistem petroleum baru pada seri sedimen Paleozoikum di Timar Barat.

Bagikan artikel ini

Related Artikel

Jurnal Geologi dan Sumber Daya Mineral

Vol. 17 No. 4, November 2016

0853 - 9634

JGSM