Badan Geologi

Pusat Survei Geologi

Jurnal Geologi dan Sumber Daya Mineral

Vol. 17 No. 2, Mei 2016

Kata Pengantar

JGSM

0853 - 9634

Rasa syukur yang sangat mendalam kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan hidayah-Nya maka Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral edisi Bulan Mei 2016 ini dapat hadir menemani pembaca dan menambah khasanah perkembangan penelitian di dunia kegeologian di Indonesia.

Pembaca yang budiman,

Sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan agresifitas ekplorasi sumber daya energi dan sumber daya mineral, maka penelitian dalam aspek ilmu-ilmu dasar kegeologian juga terus ditingkatkan. Untuk itu redaksi mencoba menyajikan beberapa hasil penelitian mengenai ilmu-ilmu dasar seperti paleontologi, sedimentologi, stratigrafi, petrologi maupun ilmu-ilmu dasar lain yang kemudian ternyata sangat berkontribusi terhadap pengembangan informasi geologi.

Untuk para ahli geologi yang mendalami permasalahan batugamping, pada edisi ini redaksi menghadirkan tiga artikel yang berkaitan dengan penelitian pada batugamping. Dua diantara ketiga artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan pada batugamping Formasi Wonosari di Yogyakarta, sedangkan satu artikel lagi merupakan hasil penelitian pada batugamping Formasi Berai di Kalimantan Selatan. Analisis paleontologi dan petrografi pada batugamping Formasi Wonosari di Yogyakarta menunjukkan bahwa perubahan biofasies pada batugamping ini sangat dipengaruhi faktor paleoekologi. Sedangkan pada artikel berikutnya, dibahas hasil studi provenance terhadap lapisan batupasir kuarsa yang terdapat pada bagian bawah Formasi Wonosari. Selanjutnya hasil analisis fasies batugamping Formasi Berai di Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan metode analisis petrografi juga banyak memberikan gambaran lebih lanjut mengenai perkembangan lingkungan pengendapan batugamping Formasi Berai. Berdasarkan pemanfaatan metode seismik yang dikombinasikan dengan data sedimen permukaan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap dinamika pengendapan sedimen di Palung Seram. Pemahaman ini sekaligus menguatkan dugaan bahwa Palung Seram berada dalam proses pergerakan vertikal diferensial yang menyebabkan terjadinya modifikasi pengendapan karena adanya pertumbuhan prisma akresi.

Para pembaca,

Artikel terakhir yang kami sajikan cukup menarik untuk disimak, yaitu mengenai hasil studi paelontologi di cekungan Soa di Flores yang mengolah data temuan penyebaran fosil vertebrata di cekungan ini yang menurut penulis sekaligus mendukung hipotesis bahwa Garis Wallace bukan merupakan garis pembatas penyebaran fauna reptile yang berasal dari Asia dan Australia.

Akhirnya redaksi berharap semoga pembaca dapat mengambil manfaat dari penerbitan publikasi ini dan semoga penerbitan ini juga semakin menarik minat pembaca untuk memberikan kontribusi makalah untuk diterbitkan dalam Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral. Selamat bertemu lagi dalam terbitan di edisi berikutnya.

Salam Dewan Redaksi

Daftar Isi