Badan Geologi

Pusat Survei Geologi

Jurnal Geologi dan Sumber Daya Mineral

Vol. 17 No. 3, Agustus 2016

Kata Pengantar

JGSM

0853 - 9634

Dengan diiringi rasa bahagia dan syukur yang mendalam, Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral kembali hadir mengetengahkan makalah-makalah dalam lingkup ilmu kebumian. Dalam penerbitan ini, Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral memuat lima makalah yang merupakan hasil-hasil dari penelitian terkini yang dilakukan oleh para ahli kebumian.

Pembaca yang Budiman,

Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral pada terbitan ini menyajikan makalah-makalah yang merupakan hasil penelitian terhadap karakteristik fisik ataupun kimia batuan hingga analisis dan interpretasinya yang menarik untuk disimak. Makalah yang pertama memberikan gambaran kepada pembaca mengenai perbedaan karakteristik kimia batugamping dari Formasi Gumai dan Formasi Baturaja di daerah Muaradua, Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan yang tentu saja merefleksikan proses dan lingkungan pengendapan yang berbeda. Makalah kedua membahas mengenai karakteristik lingkungan pengendapan batubara di Formasi Warukin Desa Kalumpang, Binuang, Kalimantan Selatan dengan menggunakan data-data hasil analisis petrografi organik. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Formasi Warukin diendapkan pada lingkungan upper delta hingga marsh.

Para Pembaca, pada terbitan ini redaksi juga menyajikan beberapa makalah yang terkait dengan pemanfaatan metode geofisika berupa metode gaya berat, induced polarization dan seismik untuk mengetahui gambaran kondisi bawah permukaan, baik dilaut maupun di darat. Analisis data gaya berat digunakan untuk melakukan delineasi cekungan sedimen dan digunakan sebagai dasar dalam interpretasi geologi bawah permukaan di Cekungan Tanimbar Maluku. Penelitian ini telah berhasil melakukan pemodelan Cekungan Tanimbar dengan menggunakan data gayaberat. Berikutnya survei geofisika dengan metode seismik di laut lepas pantai Waigeo, Papua Barat juga memberikan gambaran kepada kita mengenai kondisi bawah permukaan di dasar perairan tersebut yang merupakan wilayah zona konvergensi antara lempeng Benua Australia dan Samudera Pasifik. Pemanfaatan metode geofisika dalam tulisan terakhir menggunakan metode induced polarization untuk melakukan identifikasi delineasi keberadaan mineral kromit di Daerah Kabaena Utara, Bombana, Sulawesi Tenggara.

Akhirnya redaksi menyampaikan selamat membaca dan semoga pembaca dapat mengambil manfaat dari penerbitan publikasi ini dan redaksi juga berharap penerbitan ini juga semakin menarik minat pembaca untuk memberikan kontribusi makalah untuk diterbitkan dalam Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral.

Salam Dewan Redaksi

Daftar Isi