Badan Geologi

Pusat Survei Geologi

Jurnal Sumber Daya Geologi

Vol. 19, No. 4, Agustus 2009

Kata Pengantar

JSDG

1829-5819

Pembaca yang budiman,

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan YME, karena atas berkah-Nya Jurnal Sumber Daya Geologi dapat terbit menemui para pembaca.

Dalam terbitan ini, Jurnal Sumber Daya Geologi memuat lima makalah Geo-Sceince. Makalah pertama membahas dataran pantai Daerah Kendal, Jawa Tengah. Makalah ini menjelaskan bahwa berdasarkan tataan startigrafi Holosen yang diperoleh dari data bor menunjukkan kondisi geologi daerah ini dipengaruhi oleh proses genang laut, susut laut dan tektonik. Proses-proses tersebut mempengaruhi perkembangan pantai.

Makalah kedua menekankan morfologi dan umur perpindahan alur Sungai Opak di daerah Berbah, Sleman. Dalam uraiannya, makalah ini menerangkan bahwa terdapat tiga lembah Sungai Opak Purba dan lembah sungai sekarang, yang berdasarkan analisis C14 masing-masing menunjukkan umur 6950 th BP, 6800 th BP, 6430 th BP dan 6360 th BP. Hal tersebut menunjukkan bahwa Sungai Opak telah mengalami pergeseran tiga kali selama Holosen Atas, dan berarti bahwa kondisi geologi daerah ini sangat aktif.

Makalah ketiga mencoba menguraikan sedimentologi dan stratigrafi aluvium bawah permukaan di Pesisir Cirebon dan sekitarnya. Dalam uraiannya dijelaskan bahwa data yang digunakan untuk analisis sedimentologi dan stratigrafi adalah tujuh bor dangkal yang masing-masing kedalamannya 8 – 13 m. Analisis tersebut menunjukkan endapan aluvium di daerah ini berumur Holosen, dan terdiri atas endapan laut lepas pantai, endapan laut dekat pantai, endapan pasir pantai, endapan rawa, endapan alur sungai da,n endapan limpah banjir.

Makalah keempat mengkaji proses sedimentasi dasar laut di Teluk Kumai, Kalimantan Tengah dan hubungannya dengan cebakan emas dan perak, bahasannya menerangkan bahwa hasil analisis kandungan emas dan perak di daerah tertentu masing-masing menunjukkan 0,09 – 0,19 ppm, dan 1,6 – 3,75 ppm. Berdasarkan analisis kurva antara besar butir dan persentase kumulatif butiran yang mengandung emas menunjukkan proses pengendapannya membentuk pola gabungan saltasi dan suspensi, yaitu ukuran butir 1,5 – 2 phi saltasi, dan ukuran butir 2 – 4 phi suspensi. Kurva hubungan besar butir dan persentase butiran menunjukkan ukuran butir yang sangat berpengaruh dalam pengendapan adalan 0,5 – 2,5 phi dengan jumlahnya berkisar 10 – 28 %. Sementars pola pengendapan dipengaruhi oleh gabungan arus laut dan arus sungai yang membentuk endapan pasir pantai. Hasil analisis ini dapat digunakan untuk arahan pendulangan emas dan perak di daerah ini dengan hasil optimal.

Makalah kelima membahas geologi aluvium dan karakter endapan pantai/pematang pantai di Lembah Krueng Aceh. Dalam uraiannya penelitian dilakukan dengan pemetaan geologi permukaan, dan anlisis sedimentologi dan stratigrafi 10 bor yang kedalamannya berkisar 2,30 m sampai 10 m. Litofasies dan lingkungan pengendapan aluvium dibedakan menjadi lingkungan cekungan banjir, sistem sungai, transisi, dan klastika linier. Hubungan antar- lingkungan pengendapan secara lateral dan horizontal menunjukkan adanya perubahan
turun-naiknya permukaan laut pada lingkungan klastika linier yang dipengaruhi oleh aktivitas Sesar naik Seulimeum. Sejarah pengisian cekungan pada Holosen Akhir hingga sekarang berkaitan dengan tektonik Kuarter, paling tidak telah terjadi tiga kali tektonik pada Holosen Akhir yang diakibatkan oleh tektonik lokal.

Akhirul kata, Redaksi mengucapkan selamat menyimak.

Dewan Redaksi

Daftar Isi